Skip to main content

Antara Sekolah dan Tempat Main Anak

Tadi pagi liat berita di tv, bahwa di Bandung tempat main anak di mall mulai diizinkan untuk beroperasi kembali. Di Jakarta sendiri, beberapa tempat main anak juga sudah dibuka. Setelah setahun puasa ke mall, dua minggu lalu ceritanya ku kepo dan penasaran seperti apa sih kondisi mall saat pandemi. Surprisingly kaget, karena rame kaya normal aja gitu, bingung sih harus seneng apa sedih haha kaya seneng sih roda perekonomian tetep jalan, tapi sedih juga kaya kok manusia-manusia ini pada gak takut ya (wey iya aku juga kaget kok aku berani) setelah dipikir mungkin emang manusiawi banget rasa jenuh dan butuh hiburan itu sih kayaknya, yang penting aku berusaha banget patuh prokes dan gak lama-lama di dalam mall.


Lalu, teringat mertuaku yang seorang guru SMP bercerita mengeluhkan tentang kondisi mengajar secara daring yang sulit. Mulai dari belum kenal dengan siswa (iya, beliau menjadi wali kelas 7), siswa yang tidak mengerjakan tugas dan sulit dihubungi, sampai koneksi internet yang turun naik. 


Kemudian aku berpikir, kalau tempat main anak sudah boleh dibuka, kenapa sekolah tidak diizinkan ya? Padahal jika terjadi kasus positif, sepertinya lebih mudah untuk di tracing dibandingkan positif saat main di mall kan ya?


Protokol kesehatan pun aku yakin lebih bisa di atur saat masuk sekolah. Menurut ibu mertuaku, sekolah sudah membuat peraturan-peraturan seperti jam belajar diperketat, dari seharusnya masuk jam 7 pagi pulang jam 3 sore, menjadi masuk jam 8 pagi pulang jam 1 siang dan tidak diperbolehkan pada saat jam istirahat ke kantin, siswa harus membawa bekal masing-masing, dan guru pun akan stay di kelas mengawasi siswa.


Aku pun juga tergiur untuk mencoba main di playground saat pandemi, ini terjadi sudah 2 minggu yang lalu dan alhamdulillah tidak ada tanda-tanda mengarah positif makanya aku berani sharing hehe. Menurutku saat di playground prokes sudah lumayan bagus, tapi belum terlalu ketat karena tidak ada penyemprotan disinfektan per 1 atau 2 jam sekali, hanya dilakukan saat sebelum dan sesudah jam operasional, menurutku sih ini kurang karena anak-anak masih banyak yang tidak menggunakan masker selama bermain, terkadang masih dilepas dan kita gak tahu si anak ini membawa virus atau tidak hehe.


Yaa begitulah hidup di masa pandemi seperti ini, kita harus hidup berdampingan dengan virus covid ini seperti berdampingan dengan virus lazim lainnya seperti influenza. Menurut hitungan manusia, pasti masih akan lama kita mengalami hal ini, tapi jika kita tetap berusaha dan berdoa meminta kepada Allah, aku yakin apapun bisa terjadi.


Jadi, kapan ya kira-kira sekolah boleh beroperasi lagi? Akutu jujur pengen sekolahin Kai biar kemampuan sosialnya berkembang. Ah, kayaknya enak nih next kita bahas perlukah anak balita sudah mulai masuk sekolah?


Comments

  1. Iyayah pingin gitu nyekolahin anak.. Tapi worry juga..
    Ditunggu tentang perlukah balita sudah mulai masuk sekolah😁❤

    ReplyDelete
  2. iya bund, bingung anak jd jrg sosialisasi sm seumurannya. mau main kelamaan tkt, gamain kasian. 😞 mana sbntr lg paud anakku

    ReplyDelete
  3. Aku jg pengen sekolah masuk. Tp udah pewe sama sekolah Dirumah. Gak repot Anter tiap pagi. Hehehe

    ReplyDelete
  4. Yes bener penting babnget tatap muka disekolah mom

    ReplyDelete
  5. Kita do'a in aja semoga dalam waktu dekat pemerintah punya solusi yang tepat. Kasian juga lihat anak anak jadi kebanyakan mainnya sekarang ketimbang belajarnya.

    ReplyDelete
  6. Aku tim nyimak mom, hehehe
    Aku juga bingung pandemi gini gimana caranya si kecil bisa bersosialisasi tanpa takut dengan adanya virus tsb .

    ReplyDelete
  7. Aku setuju sama pendapat mak. Sekarang di mall ramai banget apalagi kalau weekend. Semoga pandemi cepat selesai ya. Amin

    ReplyDelete
  8. Sama mom. Aku pun bingung kenapa sekolah masih belum diperbolehin ya ? Padahal sarana umum udah mulai beroperasi ya. Aku pun mau sekolahin anak ku nihh

    ReplyDelete
  9. Ayahku juga seorang guru mom, beliau juga suka ngerasa prihatin sama anak didiknya, yang sekolah tatap muka pun masih banyak yg perlu di ubah perihal perilaku anak didiknya, apalagi ini sudah 1tahun sekolah daring, ayahku takut klo nantinya anak didiknya berprilaku semau maunya mereka aja karna off sekolah tatap muka selama 1 tahun, sedih ya

    ReplyDelete
  10. Yaampun, ini si kakak udah bosen banget kali ya ngajakin Ibunya ke Playground, tapi masih deg-degan banget buat ngajak ke Playground. Mungkin akan berani kalo nanti sudah divaksinasi semua kali ya

    ReplyDelete
  11. Anakku udaah bosen banget di rumaah,, mau sekolah lagi, ketemu sama teman2. Kalau main ke playground aku belum coba sih kaa, masih agak khawatir,, πŸ˜… Semoga segera normal kembali yaa. Aamiin

    ReplyDelete
  12. Gpp sabar sedikit tp anak aman.. sebenernya aku pun kangen kumpul keluarga huhu.. semoga Ramadhan tahun ini sudah mulai bisa tarawih di masjid yaaa

    ReplyDelete
  13. Semoga tahun ini sekolah dibuka yaa, akupun pgn sekolahin anakku nih mak.. Tapi klo mesti daring ntar2 dulu deh huhu

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Krisis Identitas Diri

Hai kamu, iya kamu yang lagi membaca tulisan ini. Bolehkah aku bertanya padamu, siapa kamu? Siapa namamu? Apa kabarmu? Apakah kamu bahagia? Apa cita-citamu? Apa tujuan hidupmu? Rasanya terlalu banyak pertanyaan yang ku sampaikan. Apakah kamu bisa menjawab semua pertanyaan itu? Jika aku yang ditanya olehmu, sepertinya belum tentu aku bisa menjawabnya. Saat malam, ah sepertinya siang juga pernah bertanya kepadaku mengenai hal ini, aku terkadang hanya bisa terdiam sejenak, kembali menanyakan diriku juga, siapa sebenarnya aku? Apa tujuan hidupku? Apakah aku sudah bahagia? Dianugerahi title seorang ibu, istri, dan wanita sendiri sangat aku syukuri, walaupun terkadang title itu membuat aku kebingungan akan jati diriku sendiri. Apakah aku seorang ibu yang harus merawat anakku, atau seorang istri yang harus mendampingi suami sampai melupakan kebutuhanku sendiri sebagai seorang wanita dan manusia ? Bahkan, aku pun juga harus ingat bahwa aku adalah seorang anak yang harus membahagiakan ora...

Tummypedia - 3 Langkah Hebat Dukung Kesehatan Perut Anak

Halo mommies, apa kabarnya? Semoga masih waras menemani kegiatan si kecil selama pandemi ini ya. Apakah si kecil sudah buang air besar hari ini? Jangan lupa selalu dipantau ya mom, karena pencernaan itu ibarat otak kedua bagi manusia.  Apakah mom sudah tahu kriteria pencernaan yang baik? Kalau belum aku mau berbagi sedikit ilmu dari webinar yang diadakan @bebeclub Bersama dr. Gia Pratama (Pemerhati Kesehatan Anak) mengenai mitos-mitos masalah perut si kecil yang sering salah, kriteria pencernaan yang baik, serta tips untuk menjaga kesehatan penceraan anak. Aku coba sharing mengenai kriteria pencernaan yang baik dulu ya mom. Menurut dr. Gia, berikut merupakan beberapa kriteria pencernaan yang baik : Frekuensi buang air besar teratur, 1-2 hari sekali, jika sudah lebih dari 4x maka terindikasi diare, 2-3 hari sekali terindikasi konstipasi. Konsistensi feses tidak keras dan tidak encer. Buang gas dan sendawa. Berat badan dan mood anak stabil dan terjaga dengan baik. Kulitnya seh...

Speech Delay

Hai mommies, kembali lagi dengan ceritaku yang gak jauh-jauh dari anak ya hahaha, semoga belum bosen bacanya. Kali ini, aku mau sedikit cerita mengenai pengalamanku mempunyai anak yang didiagnosis oleh dokter mengalami speech delay. Apa sih speech delay itu? Speech delay yang memiliki artian keterlambatan bicara pada anak. Keterlambatan bicara ini dapat diukur berdasarkan usianya. Keterlambatan bicara ini bisa dideteksi mulai usia 2 bulan, jika anak tidak mengeluarkan suara, bisa jadi kedepannya anak tersebut akan mengalami keterlambatan bicara.  Kasus yang terjadi di anakku ini mulai aku deteksi ketika dia berumur 18 bulan. Disaat seharusnya di umurnya 18 bulan sudah bisa mengucapkan 1-2 kata secara jelas seperti "mama" dan "papa" , anakku masih belum bisa melakukannya. Sebagai acuan tumbuh kembang anakku, aku menggunakan tabel denver ii, mungkin nanti aku akan bahas lebih lengkap lagi mengenai tabel denver ini ya (sekarang kita kembali fokus ke speech delay haha)....