Skip to main content

Hi, 2021

 Assalamualaikum wr.wb


Hi blogger, salam kenal namaku Maulida. Usiaku sekarang 28 tahun, tinggal di Tangerang Selatan. Kesibukan saat ini menjadi ibu rumah tangga dan momfluencer hehe (masih belajar menjadi influencer yang insyAllah bisa membantu menyebarkan hal-hal baik di media sosial).

Kita kenalan dulu ya, kan ada pepatah "Tak kenal, maka tak sayang"

Nama panjangku Maulida Dwi Septiani, artinya anak yang lahir di bulan Maulid (kalau di tanggalan arab aku lahir tanggal 13 rabiul awal, setelah Nabi Muhammad SAW lahir di tanggal 12 rabiul awal), anak kedua (dari dua bersaudara, iya aku anak bungsu gengs hehe), dan lahir di bulan September. Aku menikah dengan pria yang ternyata bassist band ku sendiri (iya aku punya band gengs, tapi semenjak lulus kuliah vakum karena kesibukan anggotanya haha, nanti aku bakalan cerita di lain postingan ya tentang band ku yang bernama The Threes ini), sekarang mempunyai (baru) 1 anak laki-laki yang berumur 28 bulan. Hobiku tentu saja menyanyi, nonton drakor (lebih tepatnya segala sesuatu yang berbau korea mulai drama, musik, variety show, bahkan makanan), sama apalagi ya sekarang tuh kayaknya jalan-jalan keluar rumah udah jadi hobi semenjak jadi IRT kerjanya di rumah aja kan hahaha.

Ternyata tahun 2013 aku pernah nulis di blog ini, tapi tulisannya masih zaman abg yang galau-galau gelay gitu hahaha. Semoga di 2021 ini aku bisa konsisten membagikan hal-hal yang bermanfaat buat kalian semua yah hehe.

Semoga juga di 2021 ini dunia segera membaik ya, pandemi corona yang terjadi di Indonesia mulai Maret 2020 kemarin juga semoga cepat usai karena gak nyaman banget semua aktivitas serba terbatas sampai blog ini aktif lagi kan tug hahaha.

Buat kalian yang suka dengan hal berkaitan tentang parenting, lifestyle, musik, korea, dan cerita hidupku, selamat membaca yaa hehe doakan bisa rutin nulis 1 minggu 1 post supaya bisa berbagi ilmu juga dengan kalian.


See you on the next post 😊


Regards,

Maulida

Comments

Popular posts from this blog

Krisis Identitas Diri

Hai kamu, iya kamu yang lagi membaca tulisan ini. Bolehkah aku bertanya padamu, siapa kamu? Siapa namamu? Apa kabarmu? Apakah kamu bahagia? Apa cita-citamu? Apa tujuan hidupmu? Rasanya terlalu banyak pertanyaan yang ku sampaikan. Apakah kamu bisa menjawab semua pertanyaan itu? Jika aku yang ditanya olehmu, sepertinya belum tentu aku bisa menjawabnya. Saat malam, ah sepertinya siang juga pernah bertanya kepadaku mengenai hal ini, aku terkadang hanya bisa terdiam sejenak, kembali menanyakan diriku juga, siapa sebenarnya aku? Apa tujuan hidupku? Apakah aku sudah bahagia? Dianugerahi title seorang ibu, istri, dan wanita sendiri sangat aku syukuri, walaupun terkadang title itu membuat aku kebingungan akan jati diriku sendiri. Apakah aku seorang ibu yang harus merawat anakku, atau seorang istri yang harus mendampingi suami sampai melupakan kebutuhanku sendiri sebagai seorang wanita dan manusia ? Bahkan, aku pun juga harus ingat bahwa aku adalah seorang anak yang harus membahagiakan ora...

Tummypedia - 3 Langkah Hebat Dukung Kesehatan Perut Anak

Halo mommies, apa kabarnya? Semoga masih waras menemani kegiatan si kecil selama pandemi ini ya. Apakah si kecil sudah buang air besar hari ini? Jangan lupa selalu dipantau ya mom, karena pencernaan itu ibarat otak kedua bagi manusia.  Apakah mom sudah tahu kriteria pencernaan yang baik? Kalau belum aku mau berbagi sedikit ilmu dari webinar yang diadakan @bebeclub Bersama dr. Gia Pratama (Pemerhati Kesehatan Anak) mengenai mitos-mitos masalah perut si kecil yang sering salah, kriteria pencernaan yang baik, serta tips untuk menjaga kesehatan penceraan anak. Aku coba sharing mengenai kriteria pencernaan yang baik dulu ya mom. Menurut dr. Gia, berikut merupakan beberapa kriteria pencernaan yang baik : Frekuensi buang air besar teratur, 1-2 hari sekali, jika sudah lebih dari 4x maka terindikasi diare, 2-3 hari sekali terindikasi konstipasi. Konsistensi feses tidak keras dan tidak encer. Buang gas dan sendawa. Berat badan dan mood anak stabil dan terjaga dengan baik. Kulitnya seh...

Speech Delay

Hai mommies, kembali lagi dengan ceritaku yang gak jauh-jauh dari anak ya hahaha, semoga belum bosen bacanya. Kali ini, aku mau sedikit cerita mengenai pengalamanku mempunyai anak yang didiagnosis oleh dokter mengalami speech delay. Apa sih speech delay itu? Speech delay yang memiliki artian keterlambatan bicara pada anak. Keterlambatan bicara ini dapat diukur berdasarkan usianya. Keterlambatan bicara ini bisa dideteksi mulai usia 2 bulan, jika anak tidak mengeluarkan suara, bisa jadi kedepannya anak tersebut akan mengalami keterlambatan bicara.  Kasus yang terjadi di anakku ini mulai aku deteksi ketika dia berumur 18 bulan. Disaat seharusnya di umurnya 18 bulan sudah bisa mengucapkan 1-2 kata secara jelas seperti "mama" dan "papa" , anakku masih belum bisa melakukannya. Sebagai acuan tumbuh kembang anakku, aku menggunakan tabel denver ii, mungkin nanti aku akan bahas lebih lengkap lagi mengenai tabel denver ini ya (sekarang kita kembali fokus ke speech delay haha)....