Skip to main content

Review Softex Celana Menstruasi

Hai semua, kali ini aku mau review salah satu produk yang dibutuhkan perempuan setiap bulannya. Namun, produk ini bukan sekedar pembalut menstruasi biasa, melainkan berbentuk celana. Produk ini seperti menjawab kegalauan aku yang menstruasi hari kedua sampai ketiganya tuh heavy flow banget, padahal udah pake yang panjangnya 36cm sampai 42cm, tapi kadang masih bocor juga (heran banget). Sebetulnya, sehabis melahirkan juga pernah sih pakai popok dewasa yang bentuk celana, kalau gak salah sih waktu itu Oktober tahun 2018 belum ada produk ini ya, tapi untuk celana yang khusus menstruasi ini menurut Mbah Google baru launching di 1 Desember 2018. Jujur, aku juga baru tau produk ini tuh sekitar tahun 2020 deh haha, mau beli tapi masih maju mundur, pas banget kemarin aku dapat sample nya dari tempat sewa mainan Kai di gigel hahah, jadi sekalian kita review yuk, siapa tau membantu buat yang masih ragu mau beli.


Pertama, mari kita lihat spesifikasi produknya.

Merk        : Softex Celana Menstruasi

Ukuran    : ALL SIZE, pas untuk celana panjang no. 26-30

Claim       : Hypoallergenic, Panjang 46 cm, Daya Serap 3x lipat


Berikut merupakan packaging untuk sample yang aku dapatkan.

Packaging Depan

Packaging Belakang


Setelah dibuka, maka kalian akan mendapatkan produk celana mestruasi yang masih dibungkus rapat dengan kain ya bukan plastik (aku suka nih kemasan yang begini), setelah dibuka kalau dibandingkan dengan ukuran tangan aku, emang besar sih satu telapak tangan masih lebih.


Kain Pembungkus Produk

Setelah Dibuka

Perbandingan Ukuran
                            

Aku udah coba pakai celana ini di hari kedua menstruasiku. Untuk materialnya sendiri menurutku cukup lembut, walau tak selembut pospak anakku wkwkw, tapi lumayan lah gak kasar. Setelah pemakaian sekitar 4-6 jam udah mulai kerasa gatel di bagian karet perutnya, gatau apa karena ukurannya kurang besar buatku atau emang aku kelamaan pakenya ya hahha, soalnya emang waktu itu dipakenya sekalian pergi keluar jadi belum sempet ganti, baru ganti di rumah hehe. Oia, warnanya pink hehe melambangkan perempuan banget kan.

Untuk daya tampungnya cukup banget, ga bikin bocor sih yang pasti karena emang bener-bener melindungi seluruh area, kayaknya cocok banget dipake pas malem sih ini. Untuk harga sekitar Rp 15.000 - Rp 20.000 isi 2pcs (tergantung kamu beli dimana ya). Menurutku sih masih lumayan terjangkau ya, karena hanya dipakai sesekali saja saat heavy flow.

Ada yang udah pernah coba juga belum? Kalau menurut kalian gimana?

Comments

  1. Belom pernah nyoba sih, tapi kayanya bagus buat pergi pergi.
    Karna kalau lagi banjir banjirnya jadi mager bepergian karna takut bocor wkwkwk

    ReplyDelete
  2. Jadi mau coba nih kalo lagi jadwal banjir-banjirnya...hehehe

    ReplyDelete
  3. Aku juga punya ini dirumah tapi belum sempet aku pakai hehe

    ReplyDelete
  4. Berasa ky pake Pampers ya moms πŸ˜‚

    ReplyDelete
  5. Serius nanya krn belum pernah pakai. Softex celana berarti kita gak perlu double undearware ya?

    ReplyDelete
  6. Buat yg lagi traveling trus pas haid ngebantu bgt Yaa kyknya, jd g worry bocor bocor

    ReplyDelete
  7. klo cara bersihinnya gmn kak? sama kyk si pembalut biasa kah ?

    ReplyDelete
  8. nyaman gak mom? kayaknya bulky banget ya

    ReplyDelete
  9. Kayanya cocok juga nih ya buat lahiran mam

    ReplyDelete
  10. Ka bikin iritasi ga ya? Trus susah ga ya ka ngelepas dan cucinya?

    ReplyDelete
  11. Belum pernah nyoba next klo lagi bepergian bakal nyoba ni produk

    Sri lestari

    ReplyDelete
  12. Belum pernah coba sih, tapi kok jadi penasaraaan

    ReplyDelete
  13. Aku belum pernah nyoba, bikin iritasi ngga ya kak?

    ReplyDelete
  14. Baru tau ada celana menstruasi, bisikin harga dong makk

    ReplyDelete
  15. Kalo celana menstruasi gini perlu pake dalaman lagi gak sih kak?

    ReplyDelete
  16. Belum pernah coba nih.. tapi aku pun penasaran sm produk ini😍

    ReplyDelete
  17. Akhirnya penasaranku ilang, dari dulu mikiirr, ini celana menstruasi kayak gimanaa,, ternyata kayak popok gitu yaaa πŸ˜†

    ReplyDelete
  18. Baru tau lho aku ada celana menstruasi, ini solusi banget deh kalau lg traveling pas mens kaan. Thanks sharingnya kak

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Krisis Identitas Diri

Hai kamu, iya kamu yang lagi membaca tulisan ini. Bolehkah aku bertanya padamu, siapa kamu? Siapa namamu? Apa kabarmu? Apakah kamu bahagia? Apa cita-citamu? Apa tujuan hidupmu? Rasanya terlalu banyak pertanyaan yang ku sampaikan. Apakah kamu bisa menjawab semua pertanyaan itu? Jika aku yang ditanya olehmu, sepertinya belum tentu aku bisa menjawabnya. Saat malam, ah sepertinya siang juga pernah bertanya kepadaku mengenai hal ini, aku terkadang hanya bisa terdiam sejenak, kembali menanyakan diriku juga, siapa sebenarnya aku? Apa tujuan hidupku? Apakah aku sudah bahagia? Dianugerahi title seorang ibu, istri, dan wanita sendiri sangat aku syukuri, walaupun terkadang title itu membuat aku kebingungan akan jati diriku sendiri. Apakah aku seorang ibu yang harus merawat anakku, atau seorang istri yang harus mendampingi suami sampai melupakan kebutuhanku sendiri sebagai seorang wanita dan manusia ? Bahkan, aku pun juga harus ingat bahwa aku adalah seorang anak yang harus membahagiakan ora...

Tummypedia - 3 Langkah Hebat Dukung Kesehatan Perut Anak

Halo mommies, apa kabarnya? Semoga masih waras menemani kegiatan si kecil selama pandemi ini ya. Apakah si kecil sudah buang air besar hari ini? Jangan lupa selalu dipantau ya mom, karena pencernaan itu ibarat otak kedua bagi manusia.  Apakah mom sudah tahu kriteria pencernaan yang baik? Kalau belum aku mau berbagi sedikit ilmu dari webinar yang diadakan @bebeclub Bersama dr. Gia Pratama (Pemerhati Kesehatan Anak) mengenai mitos-mitos masalah perut si kecil yang sering salah, kriteria pencernaan yang baik, serta tips untuk menjaga kesehatan penceraan anak. Aku coba sharing mengenai kriteria pencernaan yang baik dulu ya mom. Menurut dr. Gia, berikut merupakan beberapa kriteria pencernaan yang baik : Frekuensi buang air besar teratur, 1-2 hari sekali, jika sudah lebih dari 4x maka terindikasi diare, 2-3 hari sekali terindikasi konstipasi. Konsistensi feses tidak keras dan tidak encer. Buang gas dan sendawa. Berat badan dan mood anak stabil dan terjaga dengan baik. Kulitnya seh...

Speech Delay

Hai mommies, kembali lagi dengan ceritaku yang gak jauh-jauh dari anak ya hahaha, semoga belum bosen bacanya. Kali ini, aku mau sedikit cerita mengenai pengalamanku mempunyai anak yang didiagnosis oleh dokter mengalami speech delay. Apa sih speech delay itu? Speech delay yang memiliki artian keterlambatan bicara pada anak. Keterlambatan bicara ini dapat diukur berdasarkan usianya. Keterlambatan bicara ini bisa dideteksi mulai usia 2 bulan, jika anak tidak mengeluarkan suara, bisa jadi kedepannya anak tersebut akan mengalami keterlambatan bicara.  Kasus yang terjadi di anakku ini mulai aku deteksi ketika dia berumur 18 bulan. Disaat seharusnya di umurnya 18 bulan sudah bisa mengucapkan 1-2 kata secara jelas seperti "mama" dan "papa" , anakku masih belum bisa melakukannya. Sebagai acuan tumbuh kembang anakku, aku menggunakan tabel denver ii, mungkin nanti aku akan bahas lebih lengkap lagi mengenai tabel denver ini ya (sekarang kita kembali fokus ke speech delay haha)....